Channel di STB Matrix DVB-T2 hilang setelah hujan deras, listrik mati, atau ada perubahan mux biasanya kembali dengan scan ulang. Proses ini yang memindai ulang semua frekuensi DVB-T2 yang tertangkap antena UHF dan menyusun daftar channel terbaru. Scan ulang jadi langkah pertama yang paling aman sebelum utak-atik antena atau reset.
Cara Scan Ulang STB Matrix
Pastikan dulu koneksi fisik sudah benar agar scan tidak sia-sia:
- Kabel antena UHF masuk ke port ANT IN atau RF IN di bagian belakang STB Matrix, bukan port LOOP OUT.
- Kabel coaxial tidak tertekuk tajam, konektor drat kencang, dan tidak ada serabut yang korslet.
- STB terhubung ke TV lewat HDMI atau RCA dan input TV sudah dipilih sesuai port tersebut.
- Remote STB Matrix berfungsi dan STB dalam mode DVB-T2, bukan mode lain.
Nama menu bisa beda antar model Matrix seperti Apple, Burger, atau varian lain. Biasanya tertulis Pencarian, Instalasi, atau Pencarian Saluran.
- Nyalakan TV dan STB Matrix, tekan MENU di remote STB.
- Masuk ke menu Pencarian atau Instalasi.
- Pilih Pencarian Otomatis atau Auto Scan.
- Pastikan Negara diatur ke Indonesia dan Daya Antena OFF jika tidak pakai antena aktif atau booster dengan power dari STB.
- Pilih Mulai atau Cari dan tunggu sampai progress 100 persen, jangan matikan STB saat memindai.
- Tekan OK atau Keluar untuk menyimpan hasil, lalu cek daftar channel.
Gunakan Auto Scan jika channel banyak yang hilang atau habis ada penataan frekuensi. Auto Scan akan menyapu semua mux DVB-T2 yang ada di daerah kamu.
Pilih Manual Scan hanya jika kamu tahu satu mux hilang. Misalnya Trans TV tidak ada padahal channel mux lain normal, kamu bisa masukkan nomor channel UHF atau frekuensi mux tersebut lalu Pindai satu mux saja. Cara ini lebih cepat dan tidak mengacak channel lain yang sudah normal.
Catatan penting: scan ulang akan menghapus daftar channel lama dan menyusun ulang sesuai hasil pindai terbaru. Nomor LCN juga bisa berubah mengikuti data siaran, jadi urutan channel sering pindah setelah scan.
Jika Channel Belum Muncul Setelah Scan Ulang
STB Matrix menampilkan dua bar indikator di menu pencarian atau informasi sinyal. Kekuatan atau Strength menunjukkan besar sinyal yang masuk, Kualitas atau Quality menunjukkan sinyal digital berhasil dikunci. Untuk gambar stabil, utamakan Quality yang stabil meski Strength tidak harus 100 persen.
- Periksa antena UHF, arah hadap, ketinggian, dan halangan seperti bangunan atau pohon. Geser arah bertahap beberapa derajat saja.
- Cek konektor antena, sambungan kabel, splitter dan booster jika pakai. Konektor longgar atau splitter kualitas rendah sering bikin Quality anjlok.
- Pastikan TV di input yang benar HDMI1/HDMI2 atau AV. Input salah membuat layar biru seolah tidak ada sinyal padahal STB sudah memindai.
- Pastikan STB tetap di sumber DVB-T2 terrestrial. Jangan pindah ke mode DVB-S/S2 parabola karena daftarnya berbeda.
Coba pindah posisi antena sedikit, tunggu 5 sampai 10 detik sampai Quality stabil, lalu scan ulang lagi. Jangan putar antena terlalu cepat karena STB butuh waktu mengunci mux.
Reset ke pengaturan pabrik hanya jika menu error atau daftar channel berantakan dan scan biasa tidak berhasil. Reset akan menghapus semua channel dan pengaturan, kamu harus scan ulang dari awal. Simpan dulu posisi antena terbaik sebelum reset.
FAQ
Apakah scan ulang STB Matrix menghapus channel lama?
Ya, daftar channel lama akan tertimpa hasil scan terbaru dan urutan LCN bisa berubah.
Bedanya auto scan dan manual scan di STB Matrix?
Auto scan memindai semua frekuensi DVB-T2 otomatis, manual scan hanya memindai satu frekuensi atau mux tertentu yang kamu pilih.
Kenapa sudah scan ulang tapi channel tetap tidak ada?
Paling sering karena Quality sinyal masih rendah atau antena dan konektor belum optimal, jadi STB tidak bisa mengunci mux tersebut.